Jumat, 17 Mei 2013

Ribuan Ton Beras Bulog Menumpuk Jelang Panen Raya


Ribuan ton beras di tiga gudang bulog polewali mandar, yang membawahi beberapa wilayah kabupaten di sulawesi barat,  menumpuk dan tidak terserap menjelang puncak musim panen yang diperkirakan mulai juni 2013 mendatang. Sementara harga gabah yang anjlok di berbagai daerah di sulbar seperti mamuju mendapat protes para petani dan pemerintah setempat. Sejumlah mitra usaha bulog cemas perusahaan papan merah tersebut akan kewalahan menyerap gabah petani menjelang musim panen raya.

Ribuan ton beras di tiga gudang bulog polewali mandar seperti gudang rea/ gudang bahari dan wonomulyo polewali mandar hingga kini masih menumpuk dan tidak terserap ke masyarakat.

SEmentara para petani di berbagai daerah di sulbar seperti mamuju dan majene mengeluhkan anjloknya harga gabah di tingkat petani hingga dikisaran harga rp 3000 perkilogram. Idealnya harga gabah petani dalam situasi normal seperti saat ini seharusnya dijual di kisaran harga rp 3.800 hingga rp 4000 perkilogram, agar petani bisa menutupi biaya operasional dan biaya sarana produksi seperti pupuk dan festisida yang mereka gunakana selama masa tanam berlangsung.

Tak hanya petani yang cemas menghadapi puncak musim panen juni mendatang/ sejumlah mitra usaha bulog khawatir. Ribuan ton beras yang menumpuk dan tidak terserap hingga saat ini dikawatirkan membuat daya serap bulog tak bisa maksimal mebeli gabah petani terutama pada puncak musim panen.

Sadman agus, pengusaha beras di polewali mandar ini berharap ada tindakan  nyata dari bulog selaku regulator untuk mendistribusikan secara merata terutama ke daerah-daerah yang sedang membutuhkan beras, termasuk ke luar propinsi/ agar stok beras bulog di gudang sulbar tidak menumpuk dan rusak.

Menyikapi banyaknya beras yang tengah menumpuk di gudnag menjelang puncak musim panen,  kepala bulog divre sulselbar, Tommy s sikado menyatakan pihaknya telah mengefektifkan mitra-mitra kerja bulog, termasuk membentuk satgas yang bertugas memaksimalkan penyerapan gabah petani pada puncak musim panen, agar harga gabah tidak merugikan petani. Menurut tommy pihaknya kini terus melakukan upaya sosialisasi tidak hanya kepada mitra usaha bulog tapi juga petani bagimana menigkatkan mutu gabah agar bisa terjual maksimal.

Kadivre menyatakan anjloknya harga gabah di tingkat petani bisa disebbakan karena banyak factor, salah satunya adalah faktor kwalitas yang dibawah standar. Setelah dirafaksi sesuai kepres dan peraturan pemerintah tentang bulog ternyata kwalitasnya dibawah standar hingga harganya tak bisa dibeli dengan harga yang normal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar