Selasa, 02 April 2013

Bidan Desa ini Kecewa Laporan Percobaan Perkosaan Dirinya tak Digubris Polisi

Lantaran ditelanjangi di tengah hutan hingga nyaris diperkosa oleh seorang keluarga pasien, seorang bidang desa di Polewali mandar, Sulawesi barat kini Berjuang mendapatkankeadilan. Merasa laporannnya tak digubris polsek setempat sang bidang bersama suaminya langsung mengadukan kasusnya ke Mapolres Poewali mandar, Senin siang kemarin. Ditemani sejumlah kerabatnya korban mengadu ke mapolres Polewali sambil membawa sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban saat kejadian.
Kasus ini bermula ketika korban yang berprofesi sebagai bidang desa yang baru beberpa hari bertugas di desanya ini didatangi pelaku di rumah dinasnya sekitar pukul 1.00 wita pada Jumat (22/3) lalu. Modusnya, Pelaku yang tak dikenal namanya ini mengaku tantenya sedang kritis dan nyaris melahirkan di dusun Lakejo beberpa kilometer dari pustu. Dengan muka memlas pelaku minta tolong agar keluarganya yang sedang menghadapi maut bisa segera diselamatkan. Sang bidan yang berinisial IR (24) ini langsung mengemasi peralatan sebelum berangkat bersama pelaku.

Korban tak diantarkan suaminya saat kejadian lantaran snmag bida juga punya anak kecil. Korban dan pelaku pun pamit menuju ke dusun Dakkan melintasi hutan belantara tanpa penerangan jalan. Saat dalam perjalan pelaku yang dikenali korban warga desa Dakka ini tiba-tiba membelokka motornya di sebuah lorong kecil. Korban nyang curiga sempat bertanya alasna korban belok ke tengah hutan.

Pelaku yang menjawab pertanyaan korban berlasana memilih jalur singkat tersebut agar bisa sampai lebih cepat ke dusun Lakejo tempat tante pelaku akan melahirkan bayinya. Korban hyang belum mnegenal medan dan lokasi tempat kerjanya semula tak menaruh curiga. Namun saat jauh melintasi hutan yang jauhb dari pemukiman penduduk, pelaku tiba-tiba menghentikan motornya dan meminta korban melayani nafsu bejatgnya.

Korban sempat merontah dna minta tolong namun usahanya sia-sia saja, teriakan histeris di tengah hutan tak terdengar voleh siapa pun. Pelaku yang berpostur tubuh kecil ini beberapa kali mengagalkan usaha pelaku yang sudah kerasukan setan. IR bebrapa kali sempat lolos setelah memberontak dna berusaha mendorong pelaku yang berusha melampiaskan nafsu bejatnya.

Dengan suara tangis korban yang memelas dan minta tolong agar pelaku menghentikan perbuatan bejatnya sambil mengingatkan pelaku terhadap orang tua dna anak-anaknya rupanmya mampu menyadarkan pelaku. Korban yang bersedia member berapa pun uang yang diminta pelaku asal tak melakkan perbuatannya. Korban yang hanya membawa Rp 450 5ibu di dompetnya seluruhnya diserahkan ke pelaku sambil berjanji akan menambahnya jika pelaku bersedia mengantarnya kembali ke tengah suami dan anak-anaknya.

Pelaku pun menerima tawaran korban, sambil bersedia mengantar korban pulang ke tengah suami dan anak-anaknya. Pelaku yang semula minta tambahan uang selain Rp 450 ribu yang sudah diserahkan korban, bukannnya menunggu uang tambahan, namun langsung kabur dan tancap gas saat mendekati rumah korban.

IR yang mendaukan kasusnya ke POlsek Tapango pada esok harinya, Sabtu (23/3) kecewa lantaran lap[orannya tak kunjung di respoin polisi setempat hingga Senin (1/4) april kemarin. Ditemani sejumlah kerabat, suami dna keluarganya, IR melaporkan langsung ke Mapolres POlewlai Mandar agar kasusnya segar ditangani. Korban mengaku memang btak mengenal nama pelaku namun ia mengenal wajah dan rumah pelaku.

Eka, kaka korban mengaku snagat kecewa dengan sikap Polsek Tapango yang dinilai terkesan kurang serius menindaklanjuti laporan korban. Eka bersama keljarga termasuk korban akhirnya memilih mengadu langsung ke Mapolres POlewali mandar dan berharap kasus percobaan perkosaan yang menimpa korban bisa disusut dan menyeret pelakunya ke pengadilan.

Kareskrim Polres Polewali Mandar, AKP Mihardi menyatakan telah menerima laporan korban dan pihaknya akan bekerja sama dnegan polsek Tapango untuk melakukan penydikan kasus dugaan percobaan perkosaan seperti yang dilaporkan korban. Menrut Mihardi ada pekrkembangan terbaru lantaran korban sudah mengingat dan mengetahui nama dan alamat lengkat pelaku. “Nama dan alamatnya sudha diketahui berinisial A tapi kita masih dalami pemeriksaan korban sebelum penangkapan dilakukan,”ujar Mihadi.

Korban IR yang trauma berat pasca kejadian telah meninggalkan tempat tugasnya di desa dakka dan memilih berdomisili sementara di rumah orahng tuanya. IR beralasan trauma dan ketakutan pasca kejadian. Korban menduga pelaku adalah orang berpenmgaruh di desanya dan dirirnya khawatir setelah memilih melaporkan kasunya ke polisi (Mandar, 02042013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar