Sabtu, 16 Februari 2013

Bolos Sekolah, Tiga Siswa Ditangkap Pesta Narkoba di Taman Kota


Tiga siswa yang tengah membolos dari sekolah saat siswa lain tengah sibuk mempersiapkan diri menghadapi ujian, ditangkap warga dan aparat TNI di POlewali Mandar Sulawesi barat, sedang berpesta narkoba di sebuah taman Kota Polewali Mandar, Selasa (12/2) Anehnya meski para pelaku ditahan warga selama hampir dua jam di lokasi tidak satu pun petugas kepolisian yang menjemput pelaku. Pada hal warga sudah berkali-kali menelpon ke aparat kepolisian setempat.
Dua siswa SMA dari sebuah sekolah ternama di Polewali Mandar ini jadi tontonan warga yang lalu lalang di sekitar taman kota POlewali mandar, Selasa (212/2) siang tadi. Kedua siswa SMA ini ditangkap bersaam seorang siswa SMP saat ketiganya tengah berpesta shabu-shabu di taman kota saat wraga lainnya tengah sibuk bekerja.

Tertangkapnya ketiga siswa ini bermula ketika sejumlah warga dan aparat TNI melintas di lokasi tiba-tiba mendapati ketiganya tertawa terbahak-bahak di tengah hutan kota pada saat jam pelajaran. Karena curiga warga pun mengintai gerak gerik ketiga sisw ayang tengah membolos dari sekolahnya ini. Saat ketiganya sednag pesta barang haram langsung disergap warga.

Seorang siswa SMP langsung dijemput paksa gurunya dari sekolah, meski sejumlah warga di lokasi menolak jika diserahkan ke sekolah sebelum ditangani POlisi. Sementara dua siswa SMA ini diinterogasi warga mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari salah seorang temannya di sekolah lain. Keduanya membantah bukan pengedar tapi hanya pemakai saja. Meski menfaku menerima barang dari temannya di sekolah lain namun kedua siswa yang tertangkap tangan ini mengaku tidak tahu identitas teman yang memberinya barang. “Saya dapat dari teman di sekolah lain, saya tidak tahu namanya,”ujar salah satu siswa ini.

Anehnya, Meski hampir dua jam warga menahan kedua siswa yang tertangkap tangan pesta barang haram di taman kota ini tidak satu pun petugas kepolisan yang datang menjemputnya. Pada hal warag sudah menghubungi petugas berkali-kjali. Tak lama kemudian dua petugas keplisan berpakaian preman dan seorang petugas lantas tiba di lokasi. Namun kedua petugas ini tak melakukan apa pun sebelum akhirnya meniggalkan lokasi kejadian tanpa membawa pelaku.

Sejumlah warag dan aparat TNI yang menagkap basah para siswa yangdikhawatirkan bisa memperngaruhi lebih banyak sisw alain jika tidak segera ditangani serius menyesalkan sikap aparat kepolisian. “Masa sudah lebih sejak ditahan warga di sini tidak satu pun petugas datang pada hal petugas sudah dihubungi.”ujar salah seorang warga di lokasi.

Warga yang lelah menunggu kedatangan POlisi yanbg tak kunjung menjemput pelaku di TKP memilih mebiarkan para para siswa ini meski meerka kesal dnegan ulah siswa yang dinilai bisa membahayakan siswa lain dan anak-anak mereka jika tidak ditangani serius.

Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 POlewali mandar, Firdaus menegaskan, siapa pun siswanya yang terlibat daftar kejahatan poin-poin pelanggarannya sudah diatur. Setiap siswa yang dikategorikan memiliki pelanggaran sampai 100 poing ia terancam dikelaurkan. Terlibat narkotika jelas Firdaus bisa kredit poin pelanggarannya 100 dan siswa bersangkutan bisa dipecat jika keputusan akhinya menilai siswa bersangkutan tak lagi bisa dibina dan mmebahayakan siswa lainnya. “Terlibat narkotika itu pelanggaran berat di sekolah dan kredit poin pelanggarannya 100 dna itu bisa dipecat,”ujar Firdaus mengaku kaget mendengar tiba-tiba salah seorang siswanya dinyatakan terlibat dengan obat terlarang.

Kapolres POlewali Mandar, AKBP Johan Priyoko, yang dihubungi terpisah soal tertangkapnya kasus ini mengaku tidak mendapat laporan dari bawahannya saat kompas.com menghubungi. Kapolres menyatakan akan memerintahkan bawhannya ke lokasi untuk menangani kasus tersebut. (12022013/ Edy Junaedi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar