Rabu, 31 Oktober 2012

Memperihatinkan, Siswa di Sekolah ini Belajar Melantai Bertahun-tahun


Belajar dalam kondisi yang memperihatinkan karena sarana gedung dan mobiler yang tidak ada masih saja menjadi pemandangan menyolok di berbagai wilayah negeri ini. Di Polewali mandar, Sulawesi barat ratusan siswa terpaksa harus belajar melantai lantaran mereka tak punya mobiler bangku dan meja belajar. Belajar sambil melantai di tembok tidak hanya membuat para siswa kurang berkonsentrasi dan cepat lelah belajar tapi juga tidak sehat belajar di lantai tanpa alas sama sekali.

Ratusan siswa smk campalagian polewali mandar ini terpaksa belajar melantai di tembok sejak pagi hingga siang hari, tanpa menggunakan alas sama sekali. Setiap siswa memang diberi kebebasan memilih posisi belajarseperti duduk, jongkok atau berbaring di lantai sambil menyimat pelajaran yang tengah berlangsung/ semua bisa dilakukan para siswa dengan bebas di tempat ini. Para guru sendiri tidak menerapkan aturan ketat lantaran kondisi mobiler yang tidak mendukung proses belajar mnegajar yang ideal. Semua siswa diberi kebebasan mencari suasana duduk agar bisa belajar lebih nyaman.

Belajar sambil melantai tanpa mobiler ini sebetulnay sudah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan sejak gedung sekolah belum direnovasi seperti sekarang ini, para siswa sudah akrab belajar dnegan melantai tanpa alas.

Meski para siswa diberi kekebabsan memilih posisi dan cara duduk yang bebas, namun belajar dilantai diakui p[ara siswa dan guru emmbuat mereka kurang bisa berkonsentrasi dan cepat lelah. Tak hanya itu belajar melantai di tembok tanpa alas sama sekali rawan mengundang penyakit seperti demam dan influensa.

Murni, salah satu siswa dari empat kelas yang belajar melantai di SMK Campalagian mengaku cepat lelah dan mengantuk jika dibandingkan mereka belajar menggunakan kursi dan meja belajar. “Kurang bisa berkonsentrasi, dan cepat lelah karena hanya duduk dilantai berjam-jam,”ujar Murni.

Minimnya ruangan dan sarana pendukung belajar seperti perpustakaan, ruangan praktek, laboratorium dan sarana lainnya di sekolah ini membuat sejumlah ruangan bengkel otomotif dimanfaatkan para guru dan siswa sebagai ruangan belajar

Kepala SMK Campalagian, Masdar saleh mengakui ratusan siswanya terpaksa belajar dilantai tembok tanpa alas lantaran sekolahnya tak punya mobiler. Kondisi ini berlangsung bahkan sejak sekolahnya selesai di renovasi beberpa bulan lalu, para siswa sudah akrab nelajar di lantai. “Siswa kami terpaksa belajar dalam kondisi memperihatinkan seperti ini lantaran empat kelas di sekolahnya hingga kini belum memiliki mobiler kursi dan meja belajar ayng layak,”ujar Masdar

Menurut Masdar, pihak sekolah telah mengupayakan agar para siswanya bisa belajar menggunakan kursi dan meja yang layak. Setiap orang tua siswa dipungut sumbangan sukrela yang telah ditentukan sebesar Rp 200 ribu per kepala.  Masdar mengatakan hanya dengan cara memungut sumbangan warga, siswa mereka baru bisa belajar menggunkaan mobiler. Sementara dinas pendidkan dan olahraga Polewali mandar menurut masdar hingga kini tak menyediakan sarana mobiler untuk sekolah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar