Minggu, 02 September 2012

Orangtua Bripda Suherman Bangga Anaknya Meninggal Sebagai Pahlawan Anti Teror


Orang tua mana yang tidak bersedih mendengar kabar kematian anak kesayanganya yang selama ini menjadi tulang punggung dalam keluarganya. Akbar dan tahira, orang tua Bripda Suherman yang tewas dalam baku tembak dengan dua warga terduga teroris di solo tadi malam pun tak bisa menahan air mata kesedihan endengar kabar tak sedap itu. Meski bersih Namun Akbar bangga lantaran anaknya Bripda Suherman meninggal dalam tugas membela negara dari ancaman teroris. Dengan suara terbata-bata Suherman mencoba tampak tegar menerima kenyataan kematian anak sulungnya yang baru tiga tahun menjadi pasukan elit di Brimob.


Suasaan di rumah duka Bripka Suherman, anggota densus 88 antiteror yang tewas dalam peristiwa baku tembak dengan dua warga terduga teroris dalam aksi penyergapan di jalan veteran, Solo Jumat (31/8) tadi malam pukul 21.00 wita mulai dipadati warga, sanak keluarga dan teman-teman sekolah almarhum di kampung halamannya di Malimpung, desa Padangloang, kecamatan Duampanua Pinrang, Sulawesi selatan.

Puluhan tenda-tenda mulai dipasang di sepanjang jalan menuju rumah duka termasuk pekaranagn rumah warga dan halaman rumah duka mulai didirikan tenda. Ratusna kursi untuk menyambut tamu yang akan datang melayat mulai dispakan. Keluarga dan kerabat Suherman yang jauh hari ini dikabarkan juga akan datang melayat ke rumah duka. Sementara para tetangga yang bersimpati keluarga korban sejak tadi malam mulai berdatangan menghibur keluarga korban.

Sementara Akbar dan Tahira, orang tua Suherman yang telah mendapat kabar secara resmi dari perwakilan pimpinan tertinggi Polri hari ini masih seolah tak percaya. Apalagi pada lebaran lalu keluarga akbar sempat lebaran bersama di yokyakarta. Tahira mengaku terakhir kali berbicara dnegan suherman dua hari lalu. Suherman sempat menyakan kabar keluarga dan adiknya. “Suherman masih sempat menelpon ibunya dua hari lalu. Ia menayakan kesehatan eklaurga dan adiknya,”ujar Akbar sambil berusaha menahan tetsan air mata mengigat anak sulungnya.

Sementara puluhan kerabat dan sahabat termasuk teman-teman sekolah almarhum Suherman sejak pagi tadi mulai memadati rumah duka. Meraka datang memberi doa agar kawan terbaik mereka semasa sekolah dulu dilapangkan jalannya. “Suherman adalah sahabat dna teman terbaik kami. Beliu orangnya pendiam dan penyabar, tapi punya banyak ketrampilan, karieernya makin cemerlang sejak masuk di kesatuan keplisian,”ujar Sahir, teman dekat almarhum Suherman semasa di SMA Malimpung.

Usai dilepas oleh Kapolri jenderal Timur Pradopo di markas brimob yogyakarta jenazah bripka Suherman diterbangkan ke Jakarta selanjutnya ke makassar sebelum ke rumah duka di kampung Malimpung, desa padangloang, kecamatan Duampanua Pinrang, sulawesi selatan.

Dansat brimob pare-pare, AKBP Guntur menyebutkan, jenazah almarhum Bripka Suherman salah satu pasukan terbaik di densus antiteror 88 diperkirakan tiba di rumah duka sekitar pukul 21.00 wita malam ini.

Menurut AKBP Guntur, jenazah Bripka Suherman akan diupacarakan secara militer di kampung halamannya Minggu besok sebagai penghormatan terakhir atas bakti dan dan pengabdian almarhum semasa bertugas di densus antiteror

1 komentar: