Kamis, 26 Juli 2012

Ngabuburit Sambil Bercengkrama dengan Aneka Ikan Cantik


Ngabuburit atau menunggu saat berbuka puasa bisa dilakukan dengan beragam cara. Di Pinrang sulawesi selatan sejumlah warga memilih menunggu waktu buka puasa dengan cara bercengkrama dengan aneka ikan cantik dan menarik di telaga tempat pembudidayaan ikan milik pengurus mesjid Raya Al Munawir Pinrang, sulawesi selatan. Warga yang datang bersama keluarga mengaku tidak hanya terhibur tapi juga bisa membuat suasana keluarga lebih harmonis dan makin akrab.

Menimpuk ikan sambil menyaksikan aneka ikan-ikan cantik seperti mas coy, gabus, ikan mas dan aneka ikan lainnya bisa menjadi salah satu sensasi ngabuburit bersama keluarga.

Para pengunjung yang datang ke lokasi untuk menyaksikan aneka ikan cantik berebutan makanan yang dibuang para pengunjung, mengaku sangat terhibur dan bisa melupakan stres dan kesibukan sejenak. Bercengkarama dengan aneka ikan di tempat ini dijamin bisa membuat pengunjung betah tinggal berlama-lama bahkan lupa diri hingga azan magrib atau waktu buka puasa tiba.

Udin, salah satu pengunjung telaga buatan tempat pembudidayaan ikan milik mesjid raya Al Munawir Pinrang mengaku istri dan anak-anaknya sangat senang menyaksikan aneka ikan di lokasi ini sambil menunggu waktu buka puasa tiba. “Bukan hanya saya yang suka menyaksikan ikan rebutan makanan dari pengunjung tapi istri dan anak-anak saya pun suka, makanya saya sering rekreasi ke lokasi ini, tidak hanya di bulan ramadhan”ujar Udin.

Aneka ikan cantik berukuran kecil hingga melebihi ukuran bantal balita bisa menjadi salah satu sensasi hiburan yang mengasyikkan. Dengan modal Rp 1.000, para pengunjung sudah bisa mengajak ikan-ikan jinak ini bercengkarama sepuasnya. Cukup dengan menimpuk makanan maka kawanan ikan-ikan yang menarik pandangan mata ini akan berkumpul di depan anda sambil berebutan makanan.

Lantaran sudah terbiasa mendapat makanan dari para pengunjung, membuat aneka ikan-ikan cantik dan menarik ini tampak jinak dan bergembiran menyambut pengunjung yang datang dan berkerumun di sepanjang bibir telaga seluas 0,5 hektar ini.  

Konon, aneka ikan cantik dan menarik ini semula hanya berjumlah beberapa ekor. Dan pertama kali disemai saat mesjid raya termegah di Pinrang ini pertama kali diresmikan pada zaman mantan bupati pinrang Haji Munawir 7 tahun lalu. Karena tak pernah dipanen ikan-ikan di telaga buatan ini terus berkembang biak hingga jumlahnya diperkirakan sudah mencapai ribuan ekor.

Sayangnya, sejumlah pengunjung dan anak-anak yang gemas dengan kawanan ikan-ikan cantik ini kerap membuang sampah ke dalam kolam untuk memancing kerumunan ikan. Perilaku iseng ini membuat telaga ini tampak kotor karena dipenuhi sampah-sampah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar