Rabu, 27 Juni 2012

Siswa di Pinrang Liburan Sambil Balapan Sepeda


Liburan Panjang. Minim sarana rekreasi tak membuat para siswa sekolah di Pinrang, Sulawesi selatan kehilangan cara menghibur diri di masa liburan panjang seperti saat ini. Tak bisa bepergian jauh ke tempat rekreasi yang menguras tenaga dan biaya besar, mereka pun memilih menghibur diri dengan balapan sepeda di malam hari. Biayanya murah namun kebersamaan dan keceriaan mereka tetap terjaga. Meski tak ada hadiah yang memberi stimulus bagi para peserta, namun mereka tetap bersemanagat menjadi juara, sebab yang terpenting adalah kebersamaan dan suasana keakraban para peserta meski datang dari berbagai sekolah dan usia.

Lapangan baseket yang berada di sudut lapangan Lasinrang kabupaten Pinrang ini tak hanya menjadi sarana olahraga basket, namun sejak sepekan terakhir lapangan ini justru dimanfaatkan ratusana siswa sekolah dari berbagai usai dan tingkatan untuk menggelar balapan sepeda.

Balapan ini memang tak menjanjikan hadiah apa pun bagi peserta yang menjuarai beberapa kali etape yang dilombakan, namun para peserta tetap bersemnabat menjadi sang juara. Lapangan yang sempit dan Banyaknya peserta dalam satu kali etape membuat lintasan disesaki pembalap. Tak pelak ada peserta terjatuh terutama di tikungan tajam, lantaran mereka berdesak-desakan agar bisa menjadi jUara.

Yang menarik para peserta datang dari berbagai sekolah dan tingkat usia. Sebelumnya mereka tidak saling kenal, namun setelah lama menjadi peserta balapan akhirnya mereka kenal satu sama lain. Peserta balapan memang tak dibatasi siapa pun bisa ambil bagian dalam balapan ini.

Accung, salah satu siswi SMP di Pinrang yang menjadi peserta balapan ini mengaku senang dan gembira lantaran beberapa kali etape balapan dijuarainya. Accung memang tergolong punya pisik kecil dibanding peserta lain yang juga kaka kelasnya namun karena kelincahan dan kepiawaiannya balapan sepeda di medan yang sempit seperti ini Accung dinyatakan beberapa kali jadi juara. Meski tak diberi hadiah apa pun atas prestasinya, namun accung mengaku bangga mendapat pengakuan sebagai juara balap sepeda dianatara para peserta yang hadir.
 Sementara Ruslan, siswi kelas tiga smp ini mengaku ikut balapan sepeda setiap malam sejak musim liburan sekolah untuk menghibur diri. Miskin sarana rekreasi tak membuat Ruslan kehilangan cara mencari tempat hiburan bersama tetangga dan teman-teman sekolahnya. “Memang tak ada hadianya tapi yang penting senang dan bisa kumpul dnegan banyak teman yang sebelumnya tidak kenalan,”ujar Ruslan.

Uniknya balapan sepeda yang disaksiakan ratusna remaja dan anak-anak ini juga dihibur dengan alunan musik karoke yang terdapat di sekitar lokasi balapan. Lelah balapan para siswa pun pulang ke rumah masing-masingsebelum esok malam mereka kembali berkumpul dan mengajak rekan-rekan mereka ikut balapan di tempat ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar