Jumat, 22 Juni 2012

Petani Polewali Meriahkan Penen Raya dengan Festival Gasing antar Desa


Gasing. Bergembira setelah sukses menggelar panen raya yang melimpah, Para petani di Polewali mandar, Sulawesi barat menghibur diri dengan cara menggelar permainan gasing tradisional. Agar permainan mereka menjadi seru, para petani saling mengundang warga antar desa. Tradisi bermain gasing pasca panen seperti ini dilakukan warga secara turun temurun, terutama saat masa rehat petani sebelum mereka kembali turun ke sawah. Permaianan tradisional ini tidak hanya menghibur warga tapi juga ajang mempererat hubungan silaturrahmi antar sesama  petani di desa lain.
Ratusan warga termasuk orang tua, kalangan dewasa dan anak-anak di desa Tumpiling kecamatan Wonomulyo Polewali mandar ini misalnya menggeglar permainan gasing tradisional pasca panen raya. Peserta permainan rakyat ini tak mengenal strata sosial dan usia. Anak-anak remaja, dewasa dan orang tua yang dianggap bisa dan mahir bermain gasing datang mewakili desanya.

Permaian ini menjadi seru dan menghibur para petani karena pesertanya ternyata tak hanya warga desa Tumpiling saja, tapi puluhan peserta dari desa lain di sekitarnya ikut melebur dan bermain bersama. Meski para pemain tak mendapat janji hadiah yang muluk-muluk dari panitia, namun para petani dari berbagai desa ini tampak asyik bermain dan menjadi pemenang.

Bagi peserta yang gasing nya memiliki waktu putaran paling lama dan bisa melempar gasing lawan hingga kena akan mendapat penilaiajn tinggi atau menjadi pemenag dalam permainan ini.

Ketua panitia festival gasing tradisional, Abdul Rahim menyatakan permainan gasing pasca panen raya tahun ini lebih semarak lantaran jumlah pesertanya dari berbagai desa lebih banyak dibanding sebelumnya. “Gasing tak hanya jadi permainan tradisonal yang menjadi hiburan petani pasca panen tapi juga ajang silaurrahmi untuk mempererat hubungan petani antar desa,:ujar Abdul Rahim.

Permainan gasing tahun ini punya warna berbeda. Karena digelar bersamaan dengan piala Euro, para peserta dari berbagai desa ini senagaja memakai kostum kesebelasan andalan mereka, meski ini tak menjadi persyaratan bagi peserta yang ikut bermain gasing..

Namun yang terpenting bagi petani, permainan gasing tradisonal ini bisa menghibur diri dan mengakrabkan hubungan silaturrahmi antar sesama petani dari desa lain, sebelum kembali turun ke sawah. Maklum saat para petani sibuk dan kembali turun ke sawah nyaris tak ada waktu luang untuk bermain dan bersilaturrahmi seperti ini.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar