Selasa, 15 Mei 2012

Cemas Videonya Beredar di Internet, 2 ABG Desak Polisi Usut Perekam Video Telanjang


Video Telanjang. Dua anak baru gede (ABG) sebut saja nama nya Bunga (14) dan Mawar (13) dua siswi SMP ternama di Polewali mandar, Sulawesi barat ini cemas,video seronok yang merekan aktifitasnya saat mandi dalam keadaan telanjang di sebuah kamar mandi bakal diunggah orang tak bertanggung jawab ke situs internet. Kedua korban mendesak Polisi segera mengusut dan mengungkap siapa pelaku yang tidak bertanggungjawab tersebut sebelum video yang mengumbar aib korban benar-benar beredar di internet.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bunga dan mawar yang didampingi Ibunya Nuraeni dan sejumlah keluarganya secara resmi mengadu ke Polsekta Polewali, tadi malam.  beberapa saat setelah kejadian. Bunga mengaku kepada Polisi dirinya bersama sepupunya Melati direkam seseorang dalam keadaan telanjang saat kedua korban tengah mandi di sebuh kamar mandi di rumahnya. Bunga dan mawar menduga pelaku yang tidak bertanggungjawab tersebut merekam seluruh aktifitasnya di kamar mandi termasuk saat kedua korban dalam keadana tidak berbusana.

Bunga mengaku baru melihat ulah pelaku yang menjulurkan tangan sambil menggenggam ponsel melalui ventilasi jendela kamarnya saat Bunga usai mandi dan bermaksud mengambil handuk yang digantung tak jauh dari ventilasi jendela kamar mandinya. Bunga yang berteriak histeris saat mengetahui ada orang merekam dirinya di kamar madi sontak mengundang perhatian warga dan para tetangga.




Usai mengadukan kasusnya, Bunga dan Mawar mengaku trauma. Kedua korban merasa cemas dan khawatir video pribadinya itu akan diunggah orang yang tidak bertanggungjawab. Bunga dan Mawar mendesak Poliis serius mengusut siapa pelaku perekam dirinya agar video bungil dirinya tidak menjadi aib saat tersebar di internet. “saya cemas dan khawatir video mengenai diri saya yang tak sepantasnya dijadikan tontonan publik kelak bisa diapload orang yang tidak bertanggungjawab, karenanya kita harap Polisi bisa segera mengungkap pelakunya,”ujar Bunga tampak waswas.

Nuraeni, ibu kandung Bunga menghimbau kepada warga, jika kelak ada pihak yang tidak bertanggungjawab mengapload foto dan video anaknya ke internet agar tidak segera memvonis anaknya karena itu bukan kesengajaan mencari sensasi. Nuraeni juga berharap kinerja Polisi bisa mengungkap pelaku perekaman video seronok anaknya agar tidak segera menjadi berita heboh yang mengumbar aib.

Nuraeni mengaku cemas, jika video seronok tersebut tersebar di internet akan mempengaruhi sikap dan mentalitas termasuk pergaulan ank dan ponakannya yang direkan secara tidak bertanggungjawan saat kedua korban dalam keadaan telanjang di kamar mandi. Nuraeni khawatir video tersebut akan mebuat kedua korban tidak percaya diri dan minder bergaul dnegan lingkungan sosialnya termasuk di sekolah kedua korban. “Korban bisa jadi bahan olok-olokan teman-teman sekolahnya,”ujar Nuraeni mengaku cemas video tersebut dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar