Rabu, 27 Februari 2013

Siswi Pesta Rokok dan Musik dangdutan di kelas


Pesta rokok dengan cara mengadu kemampuan mengisap rokok dalam kelas, sambil menikmati musik house plus music dandut  yang dilakukan sejumlah siswi smp dari satu sekolah di polewali mandar, sulawesi barat ini telah menghebohkan warga. Video berdurasi sekitar 10 menit ini telah beredar luas tidak hanya di sekolah tapi juga beredar luas di masyarakat. Ulah urakan para siswi ini mendapat tanggapan beragam. Sejumlah warga menanggapi santai dan lainnya menilai aksi urakan para siswi smp ini tak patut dipertontonkan pada siswa dan anak-anak lainnya.
Video amatir berdurasi 10 menit lebih ini telah menjadi buah bibir. Beradar tak hanya di kalangan sekolah tapi juga masyarakat luas. Video ini telah menajdi buah bbir yang banyak diperbincangkan. Pesta rokok sambil menikmati music house plus music dandut layaknya di tempat hiburan malam atau karaoke berlangsung di dalam kelas. Fungsi ruangan belajar ini disulap jadi arena pesta rokok sambil menikmati minuman ringan. 

Ulah para siswa layaknya di tempat karaoke atau hiburan malam ini mendapat beragam tanggapan. Sejumlah warga menilai apa yang dilakukan para siswi smp dalam video tersebut adalah hal biasa saja, namun tak sedikit warga geleng-geleng kepala melihat ulah para siswa berpesta rokok sambil menikmati music di dalam ruang kelas. Pemerannya pun bukan siswa atau pria tapi dilakukan para siswi.

Belum diketahui apakah video para siswa yang berpesta rokok dan music house ini berlangsung di kelas pada saat jam sekolah atau jam istirahat dimana guru tidak masuk mengajar hingga siswanya bebas berkeliaran dan merubah fungsi kelas menjadi ajang pesta rokok sambil bermusik ria..

Hidayat dan Alim Bachri, dua warga yang juga orang tua siswa di Polewaki mandar yang menyaksikan ulah para siswi perempuan layaknya di tempat hiburan malam atau karaoke sangat tak pantas dipertontonkan kepada anak-anaka atau siswa lainnya. Hidayat dan Alim menyesalkan lemahnya pengawasan guru terhadap siswa di sekolah hingga para siswa bebas berbuat apa saja termasuk pesta rokok justru dilakukan di lingkungan sekolah sendiri. “Saya sangat menyesalkan ulah para siswa ini tapi saya ,ebih mempersalahkan para guru yang tidak mengawasi para siswa di sekolah, ini melaukan dunia pendidikan,”ujar Alim.

Hidayat mengaku kaget melihat ulah para siswa di desa yang sudah terpengaruh budaya kota yang serba bebas. :Sangat tak pantas siswa menggelar pesta rokok di kelas, semua pihak termasuk guru, siswa dna orang tua harus introspeksi diri terhadap peran dan fungsi pembinaan dna pendidikan terhadap anak atau siswa sdi sekolah,”ujar Hidayat

Kepala Dinas pendidikan Polewali mandar, Arifuddin Toppo menegaskan rokok bagi siswa adalah  embrio dari penyalah gunaan narkotika dan obat-obat terlarang lainnya yang tidak boleh dibiarkan menjadi tradisi di sekolah apalagi sampai memmpengaruhi siswa di sekolah lain. Arifuddin minta kepala sekolah untuk memperberat sanksi bagi siswa yang kedapatan mereokok dilakukan di lingkungan sekolah.

Menanggapi beredarnya video pesta rokok sambil menikmati music hose yang diduga dipernakan salah satu sekolah smp di POlewali mandar ini menegaskan, pihaknya akan memanggi kepala sekolah SMP Luyo dan sejumlah gurunya untuk mengklarifikasi peredaran video yang tak layak ditonton para siswa tersebut. “Sebelun member sangksi tegas saya akan memanggil kepala sekolah dan sejumlah gurunya terlebih dahulu sebelum menentukan sanksi apa yan pantas untuk guru dan kepala sekoalh yang dinilai lalai mengawasi dan membina siswa di sekolah,”ujar Arifuddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar