Minggu, 07 Oktober 2012

Anak-anak Desa Sambut Turis Asing dengan Telanjang Dada


Suasana sepih di desa Rumpa, kecamatan Mapilli, Polewali mandar, Sulawesi barat, minggu (7/10) hari ini mendadak ramai. Puluhan turis mancanegara yang menyusuri sungai maloso untuk mengabadikan sejumlah satwa langka dan menyaksikan keunikan budaya suku mandar disambut meriah warga dan ratusan anak-anak desa di sepanjang muara sungai dengan telanjang dada.

Bapal pesiar mewah orion ii yang membawa 80 lebih turis mancanegara asal australia, jerman, India, Inggris, Jepang dan Kanada ini merapat di pantai maloso tak jauh dari muara sungai maloso. Dengan menggunakan perahu karet puluhyan turis ini menyusuri pesisir sungai maloso. Para turis asing ini rupanya makin tertarik dengan aneka satwa dan burung cantik di sepanjang muara sungai seperti biawak raksasa/ bagau dan burung australia yang bermigrasi ke polewali pada musim tertentu.

Selain menyaksikan aneka satwa dan burung cantik/ para turis asing ini juga menyaksikan keunikan budaya suku mandar// ratusna anak-anak yanhg memenuhi muara sungai menyambut kedatangan merekamembuat para tamu asing ini gembira// mereka pun tampak antusias mengabadikan momentum yang penuh dengan suasana keceriaan di hari liburan ini.

Sambutan meriah warga dan anak-anak di sepanjanmg muara sungai membuat para turis ini tampak bangga dan senang// terbukti kapal-kapal  perahu mereka tak hanya dipenuhi turis asing tapi juga puluhan anak-anak menyambut dan menumpang di atas perahumereka menyusuri pantai// puas menyaksikan dan mengabadikan kecantikan alam polewali/ para wisatawan ini kemudian merapat ke daratan dan menyasikan aneka keunikan budaya mandar yang khas.

Pemerintah polewali sendiri bertekad menjadikan rumpa sebagai desa wisata yang menarik diukunjungi para turis//  panorama alamnya yang indah dan aneka satwa termasuk 270 lebih spesies burung cantik di wilayah ini bisa menjadi icon wisata polewali mandar yang menarik minat wisatawan berkunjung.

Aneka keunikan budaya mandar, seperti tari pattuddu, kuda menari, musik calong, seni bela diri pamanca yang khas mandar, serta aneka permainan tradisional seperti majjekka, gasing dan seni kalingdagdak atau seni pantun khas mandar/ bisa menjadi icon wisata yang menarik para wisatawan.

Wakil bupati Polewali mandar, Nadjamuddin Ibrahim beserta sejumlah pejabat dan petugas dinas pariwisata polewali mandar ikut menyambut kunjungan puluhan wisatawan asing di desa rumpa bersama ribuan warga lainnya.

Para tamu asing ini gembira disuguhi aneka makanan khas dan buah-buahan lokal polewali mandar. Christoper, salah satu wisatawan asal australia ini mengaku bangga dan senang mendapat sambutan meriah warga. Christoper sendiri adalah yang ketiga kalinya menginjak kaki di polewali mandar sejak dua tahun terakhir.

Menuurut Christoper polewali mandar sebagai salah satu destinasi wisata tidak hanya cantik karena panorama alam dan aneka satwa langka dan burung cantiknya, tapi juga karena aneka keunikan budaya serta masyarakatnya yang ramah, membuat chris mengaku tertarik datang ke polewali untuk sekian kalinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar