Rabu, 23 November 2011

Polewali Terjangkit Flu Burung

Flu burung Ribuan ekor ayam milik warga di sejumlah sentra–sentra peternakan unggas di Polewali mandar, Sulawesi barat, mati mendadak, sejak tiga hari terakhir. Dinas peternakan setempat memastikan ayam-ayam yang bergelimpangan di kandang-kandang warga mati karena terjangkit flu burung. Para peternak kini kerepotan menggali lubang untuk menanam ayam dalam jumlah besar, lantaran setiap hari rata-rata lebih dari 100 ekor mati mendadak dengan ciri-ciri jengger dan daginya berwarna hitam.
Kandang berkafasitas ribuan ekor ayam milik polmang/ di kelurahan Mambulilling Polewali mandar ini terlihat naris kosong. Dari 2000 ekor ayam yang diinvestasikan kini hanya tersisa kurang dari 600 ekor. Hanya dalam tempo empat hari sejak terserang flu burung atau H5N1 lebih dari 1400 ekor ayamnya mati mendadak dnegan ciri-ciri yang sama. Jengger dan daging ayam tampak hitam kemerahmerahan serta dimulutnya mengeluarkan lendir.

Polmang, mengaku pesimis sisa 600 ekor ayam di kandangnya saat ini akan selamat. Alasannya ayam-ayam ini diduga sudah terjangkit flu burug dan tinggal menunggu waktu saja.




Polman mengaku kerepotan memisahkan ayam-ayam yang terjangkit dan ayam sehat lantaran flu burung menyerang sangat cepat. Ayam yang semula tampak sehat dan bugar, hanya dalam tempo beberapa menit tiba-tima menggelepar dan mati seketika.

Polmang kini makin repot lantaran setiap hari ayamnya mati dalam jumlah besar// sejak empat hari lalu polmang sediktnya telah menggali 5 lubang untuk menanam bangkai-bangkai ayam di sekitar kandang miliknya. “Saya bingung menyelamatkan ayam yang terjangkit penyakit, belum sempat dipisahkan sudah mati lagi. Sudah tiga hari saya sibuk menggali lubang untukmenanam bangkai-bangkai ayam yang mati setiap hari,”ujar Polmang, peternak ayam ayam asal mambulilling.

Meski ribuan ekor ayam mati mendadak hanya dalam tempo beberapa hari di sejumlah sentra peternakan seperti kelurahan Mambulilling, Rea barat, Manding dan sejumlah lokasi lainnya.

Dinas pertanian dan peternakan setempat hingga kini belum turun tangan melakukan tindakan pencegahan untuk menantisipasi penyebaran wabah flu burung. Dinas peternakan beralasan yang terjangkit flu buurng saat ini umumnya hanya peternak-peternak komersil, sementara peternakan tradisonal hingga kini belum ada yang melapor ke petugas peternakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar